FAKTA UNIK 1 JAM ADALAH 60 MENIT DAN SEJARAH LENGKAP POCKET WATCH

Image 3
Blog

Bicara mengenai time keeping, kita harus kembali lagi ke ribuan tahun sebelum masehi ketika Bangsa Simeria dan Bangsa Babilonia menggunakan jari mereka untuk melakukan penghitungan, pengukuran waktu, geometri, dan astronomi dengan metode yang disebut dengan Sexagesimal (Perhitungan Berbasis Angka 60). Inilah titik tolak dunia horologi dimana merupakan awal dari pertanyaan mengapa 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik, setengah hari 12 jam, dan satu hari = 24 jam. Satu tangan terdiri dari lima jari, sehingga dua tangan terdiri dari 10 jari. Setiap jari memiliki tiga ruas dan ibu jari merupakan pointernya. Jika satu tangan dapat menghitung 12 ruas, maka pada dua tangan terdapat 24 ruas. Jika satu tangan mampu menghitung 12, maka melipatkan 12 di tangan satunya yang jumlahnya ada lima jari menjadi 12 x 5 = 60. Itulah awal dari semuanya. Menghitung dengan basis 60 mampu menghasilkan angka yang tidak pecah jika dibagi 2,3,4,5, dan 6. Maka akan sangat mudah membagi waktu dengan angka berbasis 60.

Masuk ke abad 1500 sebelum masehi, peradaban Mesir Kuno mulai mengaplikasikan sexagesimal menjadi sebuah time keeping device dengan menggunakan cahaya matahari yang biasa disebut Shadow Clock dan mereka pun membagi hari menjadi 12 jam. Selain itu juga mereka menciptakan Water Clock yang bisa difungsikan sebagai alarm. Berkembang lagi berawal dari peradaban China yang membuat time keeping device dengan patokan jumlah lilin yang terbakar yang biasa disebut Candle Clock. Sementara di Eropa mulai menggunakan time keeping device atau yang sering disebut Hourglass. Ketika itu, mechanical clock pun mulai didevalog oleh seseorang bernama Pope Silverster II. Hadirlah Clock pertama di abad ke-11 yang banyak dipasang pada bangunan Katedral di daratan Eropa sampai abad ke-14. Galileo Galilei memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam dunia horologi dengan menciptakan pendulum di era 1560-an yang digunakan untuk meregulasi mechanical clock.

 

Hadirlah clock pertama dengan pendulum di tahun 1656 yang dibuat oleh seseorang bernama Christiaan Huygens. Penemuan inilah yang kerap disebut sebagai Horologi Galilei yang membawa dunia horologi ke level sekarang. Kebutuhan time keeping device mulai merasuk ke perorangan. Orang mulai membutuhkan sebuah penunjuk waktu yang bisa dibawa kemana-mana. Teknologi endulum pun dikonversi menjadi teknologi balance spring yang jauh lebih kecil. Maka terciptalah Portable Clock yang berkembang menjadi Pocket Watch di abad ke-17 sebelum masuk ke eranya Wristwatch atau jam tangan. Bagaimana awal proses invention dan development pocket watch? Siapa orang yang pertama membuat pocket watch? Mari kita simak ulasannya.

 

SEJARAH LENGKAP POCKET WATCH

Setelah ditemukannya mechanical clock dengan pen dulu, pandangan mata orang-orang di dunia mulai melihat mechanical clock sebagai sebuah masterpeace yang tidak hanya harus diapresiasi, namun menjadi sebuah kebutuhan agar bisa dibuat lebih kecil, bisa dibawa kemanamana, dan dapat dilihat kapanpun dan dimana pun. Tapi sayang, teknologi pembuatan mechanical clock itu tidak murah apalagi untuk menjadikannya lebih kecil lagi. Makanya portable clock atau pocket watch pada awal kehadirannya itu hanya dapat dimiliki oleh kalangan bangsawan.

Clock-Watch/ Portable Clock (1524)

Penemuan pendulum untuk meregulasi mechanical clock menjadi angin segar bagi para watch maker sejak abad ke-15. Pendulum pun didevelop lagi menjadi sebuah mainbrain yang ukurannya lebih kecil. Dan seseorang berkebangsaan jerman bernama Peter Henlein. Ia berhasil membuat sebuah clock berukuran kecil yang biasa disebut Clock-Watch/ Portable Clock. Ukurannya tidak terlalu kecil, berbentuk tabung seperti drum, tidak dilindungi dengan kaca dan hanya terdapat jarum jam. Pada tahun 1524, Peter Henlein membuat portable clocknya secara rutin dengan desain yang berbeda-beda untuk dijual di daratan Eropa sampai menjelang tahun 1600-an.

Start Using Screw (1550) & Smaller Clock-Watch (1675)

Skrub atau baud baru mulai digunakan pada tahun 1550-an. Oleh karena itu, pada tahun 1675 mulai banyak portable clock yang dibuat dengan desain yang lebih cantik dengan ukuran yang lebih kecil, lebih minimalis, dan waktu itu memang bukan disimpan di saku. Sampai akhirnya di populerkan oleh raja inggris yaitu King Charless II yang mulai membawa portable clock disimpan di saku dengan menggunakan gantungan. Oleh karena itu disebutlah sebagai pocket clock/ pocket watch. Dan pocket watch pun menjadi sangat popular di Eropa dan Amerika sebagai ikon bangsawan atau orang-orang kaya. Saat itu, kaca pelindung atau cristal baru dikenalkan. Dan aplikasi pertamanya adalah diterapkan di pocket watch. Sehingga dampaknya pocket watch menjadi barang mewah dan tidak semua orang dapat memilikinya. Dari situ mulailah bermunculan para watch maker dari Eropa dan Amerika yang berlomba membuat ikon horologi baru yang begitu populer yaitu pocket watch.

Lever Escapment (1750) Sebenarnya sebelum ditemukannya lever escapment pada tahun 1750, semua mechanical watch atau pocket watch memiliki kelemahan yaitu akurasi yang begitu parah dimana dapat terjadi keterlambatan dalam beberapa jam dalam satu hari. Maka sejak tahun 1820, lever escapment menjadi standar wajib dalam manufacturing mechanical clock termasuk juga pocket watch.

Pocket Watch With Escapement Standard (1857)

Potcket watch pertama yang memenuhi standar mulai dibuat di sekitar tahun 1857, dan kemajuan teknologi pun berhasil merejust significant cost untuk pembuatan pocket watch dalam skala massal. Maka jadilah sebuah industri baru yaitu industri potcket watch yang menjadi sangat massal di Eropa dan Amerika. Bahkan perusahan yang bernama american watch company di tahun 1865 mampu memproduksi 50 pocket watch yang reliable dalam waktu singkat. Dan semakin melimpahkanya potcket watch yang memenuhi standar akurasi, maka precission & accuracy menjadi tuntutan wajib dar customer untuk para produsen pocket watch agar data bersaing dengan kompetitornya.

World War I (1914) Pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1914 telah membawa tren horologi ke arah yang berbeda. Pocket watch pun mencapai titik downfall karena banyaknya permintaan time keeping device sebagai tools yang digunakan oleh tentara untuk dibawa ke medan perang yang lebih mudah digunakan dalam medan pertempuran. Mulailah masuk ke era jam tangan, dan pocket watch pun mulai dimodifikasi dan dipasangkan strap sehingga dapat diikat ke pergelangan tangan. Ini lebih memudahkan para tentara untuk timing di medan pertempuran. Habislah era pocket watch, maka masuk ke era jam tangan atau wristwatch. Bukan lagi pocket watch yang dimodifikasi. Saat ini pocket watch hanya sekedar ikon penanda adanya inovasi horologi yang membawa arah horologi ke era sekarang. Sebuah master horologi yang sangat penting, sebuah karya manusia yang berhasil menjadikan sebuah penunjuk waktu menjadi jauh lebih accessible. “Pocket Watch is a Bridge From Clock To Wristwatch”. Tanpa adanya keinginan seorang manusia untuk menjadikan penunjuk waktu menjadi lebih kecil, rasanya tidak mungkin kita dapat menikmati jam tangan yang saat ini kita pakai. “There Won’t Be Wristwatch Without Pocket Watch Invention”.

Dan tanpa invention pocket watch, mungkin tidak akan ada jam tangan saat ini.

Related Posts: