Industri Swiss Watch Menghadapi Pandemi Covid19

Image 3
Blog

Pandemi Covid19 tidak hanya merusak kesehatan jutaan umat manusia tetapi juga merusak tatanan perekonomian jutaan umat manusia lainnya dimuka bumi. Termasuk diantaranya umat manusia yang mengadu nasibnya di jam tangan baik itu sebagai produsen atau konsumen yang terpaksa harus menjual koleksi jam tangannya untuk bertahan hidup.

Industri Swiss Watch sebelum pandemi Covid19

Swiss merupakan negara produsen jam tangan terkemuka di dunia. Kurang lebih 95% dari jumlah keseluruhan supply jam tangan mewah di dunia adalah produksi Swiss. Sejak tahun 2000, industri jam tangan negara ini terus mengalami peningkatan dari yang sebelumnya ‘hanya’ 9 miliar franc Swiss di tahun 2000 menjadi 20,5 miliar franc pada tahun 2019

Sebetulnya trend peningkatan ini tidak terjadi secara konstan dari waktu ke waktu. PAda tahun 2008-2009 sebagai akibat dari krisis keuangan dunia, pendapatan ekspor jam tangan mewah ini sempat anjlok hingga 22%. Namun pada tahun 2010, industri ini mulai bangkit lagi karena permintaan dari Cina dan Hongkong yang tinggi.

Sempat melambat pada tahun 2015-2016, jumlah pendapatan ekspor jam tangan Swiss ini kembali meningkat sebelum akhirnya kembali melambat pada 2019 dan anjlok akibat pandemi. Meskipun mengalami peningkatan, besaran peningkatan pendapatan industri jam tangan Swiss pada tahun 2019 hanya sebesar 3% Jumlah ini tentu lebih kecil daripada peningkatan pendapatan pada tahun sebelumnya yang mencapai 6%.

Dilansir dari artikel yang ditulis oleh George Arnett di majalah Vogue pada agustus 2019 penurunan ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama Hongkong yang menjadi salah satu negara importer jam tangan Swiss paling utama di dunia mengalami konflik internal. Kedua, adanya peningkatan penjualan di pasar gelap. Ketiga, minimnya investasi pada pemasaran digital karena selama ini distribusi Swiss Watch masih bergantung pada retailer termasuk di Indonesia.

Belum sempat memperbaiki penyebab penurunan pendapatan pada tahun 2019, industri jam tangan Swiss kembali diguncang resesi berupa covid19. Pandemi ini tidak hanya semakin melemahkan Hongkong, salah satu negara tujuan utama ekspor jam tangan Swiss tetapi juga ekonomi seluruh dunia termasuk negara Swiss sendiri.

Akibatnya pendapatan ekspor jam tangan Swiss menurun sebanyak 22% dari yang awalnya sebesar 21,7 miliar Franc pada tahun 2019 menjadi 16,9 miliar Franc pada tahun 2020.

Industri Swiss Watch ketika pandemi Covid19

Lembaga konsultan keuangan dan ekonomi terkemuka dunia, Deloitte mengeluarkan hasil penelitian mengenai hal ini pada  2020 lalu. Insight dari laporan hasil penelitian ini adalah 85% pejabat eksekutif perusahaan jam tangan Swiss masih belum bisa memastikan kapan industri ini akan membaik pasca Covid. Covid19  tidak hanya menyebabkan permintaan ekspor turun tetapi juga permintaan domestik turun akibat lockdown.

Selain Covid19, para eksekutif tersebut juga menyebutkan bahwa ancaman ancaman eksternal lain seperti protes di Hongkong, Brexit dan lain lain juga turut melemahkan insdustri ini pada tahun 2020. Oleh karena itu tidak heran apabila pendapatan industri ini menurun lebih dari 20% akibat pandemi.

Meskipun demikian, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa brand brand jam tangan mewah (high end dan premium) seperti Rolex, Audemars Piguet atau Cartier cenderung lebih tahan terhadap goncangan pandemic. Lain halnya dengan brand brand independen yang menarget pasar kelas menengah atau kebawah yang mau tidak mau harus berusaha lebih keras untuk bertahan.

Pandemi Covid19 juga ‘memaksa’ agar produsen jam tangan dari negeri tersebut mau dan mulai berpindah ke digital platform. Hal ini karena banyak butik butik intenasional terutama di Cina dan Hongkong terpaksa tutup selama kurang lebih empat sampai enam bulan.

Padahal selama ini distribusi jam tangan Swiss sangat bergantung kepada distribusi offline melalui retailer. Namun tampaknya digitalisasi ini masih merupakan proyek coba coba. Sebab produsen tidak ingin membuat konsumen setianya berpindah ke brand lain karena pengalaman yang mereka dapatkan ketika membeli jam secara daring berbeda dengan pengalaman yang mereka dapatkan ketika membeli jam secara luring.

Industri Swiss Watch pasca pandemi Covid19

Seperti yang disebutkan di atas, banyak eksekutif yang memperkirakan bahwa penurunan pendapatan ekspor jam tangan Swiss masih akan mengalami penurunan akibat pandemi covid19 dalam beberapa waktu kedepan. Namun disisi lain statistik pada laman statista.com memperkirakan bahwa industri ini akan terus tumbuh hingga tahun 2025.

Terlepas dari itu semua, industri ini mengalami beberapa masalah selain covid19 seperti pasar gelap, penjualan jam tangan pre owned di e-commerce dan lain lain.. Namun covid19 mau tidak mau memukul industri ini paling telak sehingga mengalami tingkat pertumbuhan terburuk sejak 80 tahun lalu.

Covid19 mendorong pelaku industri jam tangan mewah di Swiss untuk terus berinovasi terutama untuk distribusi. Harapannya perusahaan perusahaan tersebut mampu membuat solusi digital terbaik sehingga pelanggan dapat membeli jam tangan Swiss asli dari internet dengan tanpa pergi ke retailer terdekat dan tidak kecewa.

Related Posts: