JAM TANGAN UNIK YANG TERBUAT DARI BAHAN ANTI MAINSTREAM

Image 3
Blog

Jam tangan yang sering kita pakai pada umumnya terbuat dari bahan plastik, metal, dan kayu. Yang memiliki berat ringan sehingga lebih nyaman apabila dipakai sehari-hari, dari kenyamanan itulah yang membuat jam tangan banyak dinikmati dari segi desain, bahan, fitur-fitur tambahan yang mungkin tersedia. Bagaimana jika jam tangan terbuat dari bahan yang tidak biasa ? Nah kali ini kita akan membahas beberapa jam tangan yang memiliki bahan anti mainstream, keunikan inilah menjadi nilai plus bahkan menjadi daya tarik bagi para pembelinya. Yuk simak baik-baik beberapa jam tangan yang terbuat dari bahan anti maistream, yang mungkin membuat kamu tertarik untuk membelinya.

1. Jam Tangan yang Terbuat Dari Batu Nephrite Jade Asli Aceh

Nah sebelum kita membahas jam tangan ini lebih baik kita mengenal sejarah bahan baku yang dipakai untuk membuat jam tangan ini.
Apa itu batu nephrite ?

Nephrite adalah salah satu jenis batuan giok yang beredar di masyarakat. Sejarah batu nephrite berawal dari Tiongkok, para pengrajin Tiongkok selama ribuan tahun sudah membuat hiasan dan karya seni dari batu yang mereka sebut “yu”. Batu ini mulai ada di Tiongkok sejak masa fei-ts’ui pada pertengahan abad ke-18, batu ini awal mulanya dibawa dari Burma (Myanmar). Kedua bahan itu memiliki penampilan luar yang serupa sehingga dikenal sampai sekarang dengan nama batu giok.

Seperti yang dilansir pada website gemsociety, pada tahun 1963, ahli mineralogi Alexis Damour membedakan batu giok sebagai dua mineral yang berbeda. Mengakibatkan penegasan bahwa batu yang biasa disebut orang Tiongkok “yu”, oleh ilmuwan disebut dengan batu nephrite lalu fei-ts’ui diidentifikasi sebagai batu giok. Istilah giok memang sudah umum diucapkan sebagai jenis batu yang sering digunakan dalam kerajinan karya seni, namun ahli gemologi harus bisa membedakan batu giok nephrite dan batu giok jadeite. Nefrit termasuk dalam seri mineral tremolit-aktinolit, batu ini memiliki kandungan oksigen yang tinggi. Kandungan oksigen yang tinggi juga menyebabkan batuan ini memiliki warna yang agak gelap, seperti hijau.

Karena kandungan ini maka batu nefrit juga memiliki warna lain seperti kuning, abu-abu, dan coklat. Meskipun strukturnya tidak sekeras batu giok namun batu nephrite memiliki serat yang padat membuatnya lebih cocok untuk dijadikan kerajinan aksesoris dan perhiasan dari pada batu giok. Batu Nephrite merupakan salah satu batu khas yang ditemukan di Aceh, batu ini juga dikenal dengan nama batu giok nephrite. Batu ini berwarna hijau pekat dan jika dilihat-lihat agak mirip dengan batu giok, namun memiliki kandungan mineral yang berbeda. Batu giok nephrite mengandung mineral silikat natrium dan magnesium. Batu ini juga memiliki tingkat kekerasan antara 6 hingga 6,5 skala mohs.

Batu ini juga diyakini memiliki banyak manfaat seperti untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menghilangkan racun dalam tubuh. Tidak hanya itu, juga bermanfaat untuk menghilangkan penyakit pinggang dan ginjal, bahkan batu ini juga digunakan dalam terapi. Selain kaya akan khasiat, batu ini pun dibuat menjadi jam tangan yang memiliki bentuk dan warna yang unik, berinovasi dengan bahan-bahan yang baru dan dengan mempertimbangkan efek untuk kesehatan maka di produksilah jam dari batu nephrite jade ini, selain untuk mempermudah terapi dan melancarkan sirkulasi darah juga sebagai inovasi fashion baru.

Kita pun tetap bisa menjaga kesehatan dan bergaya sesuai fashion dengan adanya jam tangan ini. Jam yang memiliki warna hijau mengkilat ini cock dipakai laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Bergaya simple namun tetap modis, sangat sesuai dipakai anak muda karena menampilkan keceriaan dan semangat. Namun hati-hati dalam memakai jam ini karena mudah pecah jika terjatuh dari tempat yang tinggi. Dan untuk membersihkannya kalian cukup mengelapnya dengan kain yang agak basah.

2. Jam Tangan yang Terbuat Dari  Semen
Terbayangkah bagaimana penampilan jam tangan yang terbuat dari semen ?
Semen yang biasanya digunakan untuk bangunan, kini telah diinovasikan sebagai bahan baku jam tangan oleh dua orang pemuda kreatif ini. Kedua orang yang telah bersahabat dari lama bernama Restu Irwansyah dan Edo Fernando berhasil memproduksi jam tangan yang terbuat dari semen, dahulu sekitar 5-6 tahun lalu mereka berdua sempat membuat jam tangan dari kayu. Karena kalah saing dengan produsen jam tangan kayu lainnya sehingga mereka memutar otak, bagaimana menghasilkan jam yang anti-mainstream. Lalu munculah ide untuk membuat jam tangan berbahan semen. Awal mulanya mereka hanya mempromosikan dari mulut ke mulut dan dari social media mereka sendiri lalu akhirnya mulai sedikit-sedikit mendapat apesiasi.

Untuk membuat jam tangan dari bahan yang anti-mainstream tidaklah mudah, mereka bahkan bereksperimen selama 3 tahun untuk menemukan bahan yang sesuai demi menghasilkan jam tangan yang berkualitas dan tidak kalah dari jam tangan yang terbuat dari bahan biasa. Akhirnya Lakanua berhasil launching di tahun 2016 akhir. Mereka mulai memproduksi jam tangan secara handmade dan limited jumlahnya, hanya sekitar 20-30 jam tangan yang diproduksi setiap bulannya. Karena ketekuan dan kesungguhan dalam menjalani usahanya jam tangan karya Restu dan Edo berhasil mendapatkan penghargaan dan apresiasi sebagai creativepreneur di ajang Top 20 The Big Start Indonesia Season 2 yang diadakan oleh Blibli.com dan berhasil mendapat juara dua dalam ajang gelaran Inacraft (Indonesia Handicraft) Award 2018 untuk kategori Other Natural Materials.

Hasil karya jam tangan mereka diberi nama Lakanua Watch, Lakanua sendiri memiliki makna yaitu “laka” berarti nama sebuah batik yang berasal dari Sumatra yang memiliki makna persahabatan dan “nua” yang mengadopsi dari kata tua yang bermakna perjalanan sehingga arti kata Lakanua sendiri adalah perjalanan dan persahabatan. Jam ini dijual mulai dari Rp800.000 an sampai jutaan tergantung model yang dipilih.

Karena keunikan yang dimilikinya, Lakanua watch saat ini mulai diminati dan memiliki jangkauan pemasaran yang cukup luas di kota Bandung serta meluas ke berbagai wilayah Indonesia. Omzet yang dihasilkan dari penjualan jam ini mencapai 15-30 juta. Jam ini memiliki target pemasaran masyarakat ekonomi menegah keatas. Meskipun terbuat dari semen namun jam tangan ini tetap memiliki berat yang ringan dan kalah dengan jam tangan yang terbuat alumunium atau plastik pada umumnya.

3. Jam Tangan yang Terbuat Dari Batu Bulan

Pernahkah kalian membayangkan jam tangan yang terbuat dari batu bulan ?
Jenis batuan yang dipakai dalam pembuatan jam tangan ini bernama batu basal olivin. Batu basal olivin dari bulan yang pernah dikumpulkan dan dibawa ke bumi dalam misi Apollo 15. Olivindinamai berdasarkan warnanya yang mirip buah zaitun namun warna hijau itu dianggap sebagai bekas nikel, meskipun bisa juga berubah menjadi kemerahan sebagai hasil dari perkaratan pada besi. Namun batu basal Olivin ini juga bisa ditemukan di bumi, untuk mendapatkan kualitas terbaik batu basal olivin diambil dari lapisan mantel pada bebatuan di pulau Zabargad di Laut Merah.

Olivin disebut juga sebagai peridot atau krisolit yaitu mineral magnesium besi silikat, banyak ditemukan di bawah permukaan bumi namun akan lapuk lebih cepat di permukaan bumi. Seperti yang dilansir pada situs geologi.com, batu olivin memiliki temperatur kristalisasi yang sangat tinggi dibandingkan dengan mineral lainnya. Itu menjadikan salah satu mineral pertama yang mengkristal dari magma. Selama pendinginan magma yang lambat, kristal olivin dapat membentuk dan kemudian mengendap di dasar ruang magma karena kepadatannya yang relatif tinggi. Akumulasi olivin yang terkonsentrasi ini dapat mengakibatkan pembentukan batuan kaya olivin seperti di bagian bawah ruang magma. Batu basal olivin biasanya berwarna hijau tetapi bisa juga kuning-hijau, kuning kehijauan, atau coklat. Ini trasnparan untuk tembus cahaya dengan kilau kaca dan kekerasan antara 6,5 dan 7,0. Ini merupakan stau-satunya mineral beku yang memiliki sifat ini

Dalam rangka pengembangan inovasi Analog Watch Company, mengeluarkan produk jam tangan bulan pertama di dunia yang terbuat dari sepotong batu bulan yang merupakan batu basal olivin asli, dikumpulkan dari permukaan bulan oleh wahana Soviet Luna pada tahun 1974, bahan batuan yang indah ini di buat menjadi jam tangan yang sangat dinantikan untuk dikoleksi. Dibuat dengan Handmade selama 4 bulan di Swiss dan dijual dalam jumlah yang terbatas yaitu hanya berjumlah 25 unit. Dengan menggunakan teknik radiometrik yang canggih, batuan yang berasal dari bulan ini diperkiraan sudah berumur 4,5 miliar tahun bahkan mendahului usia bumi dan tanpa pernah tersentuh oleh tangan manusia sebelumnya, hingga akhirnya bisa dikumpulkan pada tahun 1974 dalam kemitraan khusus dengan Badan Antariksa Federal Rusia Analog Watch Company memiliki kesempatan luar biasa untuk mengeluarkan produk yang fantastis. Melalui produksi jam tangan ini Analog Watch Company memiliki komitmen untuk mengeksplorasi desain melalui lensa alam. Semua komponen jam tangan yang dibuat dengan bahan yang alami bertujuan agar mengingatkan pemakainya tentang kompleksitas alam yang harus terus dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Produk ini memungkinkan Anda menjaga alam tetap dekat secara harfiah.

Jam tangan ini dikemas dengan tampilan yang elegan dengan kotak batu bulan basal olivin asli 41 mm x 20 mm, menggunakan tali kulit hitam Italia Perpetual, memiliki pemutir tomatis gerakan mekanis dari Swiss 363LV kustom kristal safir, pernagkat keras perak sterling, bagian belakang casing baja tahan karat 904, jam ini juga memiliki sertifikat keaslian. Jam ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp Untuk lebih lengkapnya bisa kunjungi website Analog Watch.

4. Jam Tangan yang Terbuat Dari Jamur Hasil Karya Anak Indonesia

Jam tangan selain digunakan sebagai penunjuk waktu, kini telah menjadi bagian dari fashion yang tidak pernah tertinggal dalam kehidupan manusia. Demi mendongkrak rasa percaya diri pemakainya, semakin marak jam tangan yang diproduksi dengan berbagai model terbaru mengakibatkan persaingan antar produsen jam tangan semakin meningkat. Mereka berlomba-lomba menghasilkan jam tangan yang unik, menarik, nyaman dipakai, serta yang lebih penting memiliki model yang bagus sehingga dapat menunjang penampilannya.

Semakin banyaknya produsen jam tangan maka semakin banyak pula sampah limbah hasil produksi yang dikeluarkan, sehingga jika hal ini lama kelamaan dibiarkan maka akan mengganggu ekosistem dan merusak lingkungan. Oleh karena itu perusahaan pembuat jam tangan asal kota Bandung ini berhasil memproduksi jam tangan dari bahan yang alami dan tidak biasa, yaitu jam tangan yang terbuat dari jamur atau yang disebut Mycelium leather. Bagian jamur yang dipakai dalam produksi jam tangan ini yaitu kulit akar jamurnya, karena miliki serat, kuat, dan lentur, serta tahan air. Material ini dikenal sebagai bahan alternatif untuk produk yang dibuat dari kayu, kulit hewan, dan bahan sintetis lainnya dalam artian bahan ini merupakan bahan yang sangat ramah lingkungan, limbah yang dihasilkan juga tidak berbahaya bagi lingkungan. Ini merupakan upaya salah satu perusahaan asal Bandung bernama Mycotech untuk menekanan jumlah limbah. Seperti yang dilansir dari majalahcsr, Erlambang Ajidarma selaku kepala riset di Mycotech mengatakan bahwa pihaknya terisnpirasi dari pembuatan tempe, Erlambang dan timnya juga sudah melakukan riset jamur sejak 2016 lalu.

Bagian jam tangan yang dibuat dari jamur adalah hanya bagian strapnya dan bagian lainnya terbuat dari kayu sonokeling yang biasa digunakan dalam pembuatan jam tangan. Jamur yang digunakan untuk membuat strap jam tangan ini hanya jamur dengan jenis ganoderma, jamur ganoderma ini berasal dari limbah pertanian di Indonesia, limbah pertanian di Indonesia jumlahnya bisa mencapai 100 ton lebih namun hanya 20 persennya saja yang berhasil dimanfaatkan menjadi kerajinan dan biomasa. Sebelum di buat menjadi strap jamur ganoderma, jamur-jamur akan ditanam terlebih dahulu sesuai waktu yang telah ditentukan. Bibit jamur akan melewati tahap sterilisasi terlebih dahulu lalu masuk ke tahap pembibitan setelah jamur tumbuh dengan ukuran yang dirasa cukup maka jamur akan dipanen setiap 2 minggu sampai 1 bulan, dan kemudian diolah menjadi strap jam tangan.

Jamur bukan merupakan kelompok jenis tumbuhan karena tidak memiliki klorofil atau zat hijau daun, jamur termasuk kelompok parasit yang menghisap makanan lewat akarnya. Setelah dipanen maka kulit akar jamur akan diolah lebih lanjut, kulit akar jamur memiliki tampilan yang mirip dengan kulit sapi namun lebih tipis dari kulit sapi. Biasanya jika strap yang terbuat dari kulit sapi hanya memerlukan 2 lembar saja namun untuk menghasilkan strap jam tangan dari kulit jamur ini diperlukan sampai 6 lembar kulit jamur, proses pembuatannya juga lumayan lama dan melelahkan karena harus menunggu sampai 3 minggu untuk memanen 10 meter persegi material bahan. Pembuatan kulit jamur ini masih tergolong murah dibanding kulit sintesis dari minyak bumi serta hanya menimbulkan sepersekian kali karbon dioksida dibanding proses produksi bahan kulit hewan. Kulit jamur juga memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi dari pada kulit sapi sehingga dalam proses pembuatannya, kulit jamur harus dipanaskan dulu agar kandungan minyaknya mengurang.

Strap yang terbuat dari kulit jamur ini merupakan satu-satunya yang ada di dunia, jam tangan ini bisa digunakan sebagai alternatifbagi Anda yang memiliki kulit sensitif terhadap metal. Jam tangan ini selain memiliki bahan yang aman bagi lingkungan juga memiliki model jam tangan yang menarik dan autentik karena tekstur strap yang unik. Untuk mendapatkan jam tangan ini Anda dapat mengeluarkan uang dengan kisaran Rp 900 ribu hingga Rp 1,3 juta. Karena keunikannya jam tangan ini pun dilirik oleh perusahaan pembuat jam tangan kayu dari Pala Nusantara.

5. Jam Tangan yang Terbuat Dari Tulang dan Tanduk

Limbah tulang dan tanduk kini masih sedikit dimanfaatkan oleh masyarakat, meskipun jumlah nya yang cukup banyak dari limbah perusahaan dan restoran. Mungkin dikarenakan pemanfaatannya yang masih tergolong jarang dan produk yang dihasilkan yang masih sedikit. Membuat limbah tulang dan tanduk terkesan memiliki pengolahan yang susah. Namun ditangan Eka Fadillah, Muhammad Rizky Fitriawan, Andika Gustianto Putra, Dale Nugraha, dan Dhimas K. Panji merupakan orang dibalik Groot Watch. Mereka saling bekerja sama untuk menghasilkan inovasi jam baru yang dibuat dari tulang dan tanduk sapi, berawal dari lima tahun silam mereka yang mendapat limbah tulang secara cuma-cuma kemudian terbesit ide untuk membuat jam tangan dari bahan tulang dan tanduk karena ada salah satu dari mereka yang hobby mengoleksi jam tangan aneh. Karena produsen jam tangan yang berbahan dasar kayu saat ini sudah banyak dipasaran dan akan kalah saing dengan produsen lainnya, sehingga mereka pun memutuskan untuk membuat jam tangan berbahan tulang dan tanduk.

Tulang yang digunakan kebanyakan adalah tulang betis sapi karena memiliki bagian yang paling keras dari pada tulang lainnya sedangkan untuk tanduk mereka biasa menggunakan tanduk kerbau. Meskipun terbuat dari tulang dan tanduk, jam ini tidak berbau amis, tahan banting, bahkan awet untuk waktu yang lama. Pembuatan jam ini tergolong susah karena untuk membuat polanya harus hati-hati, karena jika ada satu yang salah maka akan berakibat gagalnya terbentuk pola rantai pada strap jam.

Untuk saat ini, jam yang diproduksi masih berupa jam analog dan mesin jam yang digunakan yaitu mesin jam yang diimpor dari Jepang, untuk jumlah jam yang diproduksi kali ini masih terbatas karena kurangnya jumlah karyawan, untuk mengerjakan jam tangan ini dibutuhkan keahlian dan ketelitian khusus agar menghasilkan jam berkualitas dan menarik. Jam ini juga tidak menggunakan cat dan memiliki warna asli dari tulang, untuk mendapatkan jam ini Anda bisa mengeluarkan uang sekitar Rp 850 ribu sampai Rp 1,9 juta.

Nah, cantik dan autentik bukan ?
Jam tangan ternyata banyak memiliki keunikan yang belum diketahui banyak orang. Artikel ini bisa dijadikan referensi, bagi Anda yang tertarik atau bahkan suka mengoleksi jam tangan aneh. Untuk memiliki jam tangan diatas Anda harus merogoh kocek lebih dalam dari pada jam tangan biasa. Namun jam tangan tersebut memiliki nilai lebih sehingga banyak di minati orang. Semakin berkembangnya teknologi dan maraknya inovasi, mulai banyak dikembangkan produk yang ramah lingkungan. Bagi kita, sudah bagian dari kewajiban dalam menjaga dan melestarikan lingkungan serta mendekatkan diri dengan alam. Dengan bergaya sesuai perkembangan fashion kita juga bisa mengambil peran dalam membantu untuk mengurangi limbah dan menjaga lingkungan dengan cara menggunakan produk-produk yang ramah linkungan.

 

Related Posts: