Sejarah dan Fakta Menarik Merk Jam Tangan TISSOT

Image 3
Blog

Tissot adalah salah satu merek jam tangan populer yang didirikan oleh Charles-Félicien Tissot dan Charles-Émile Tissot pada tahun 1853. Tak hanya memiliki varian yang beragam, jam tangan ini juga juga memiliki spektrum harga yang luas, sehingga bisa dibeli oleh banyak konsumen sesuai dengan bujet yang dimiliki.

Saat ini Tissot memiliki reputasi sebagai pembuat jam tangan berkualitas tinggi yang menyajikan harga relatif terjangkau. Tak hanya secara lokal, Tissot disebut sebagai salah satu merek jam tangan Swiss dengan harga terjangkau di dunia. Merek ini memiliki sejarah panjang sejak awal didirikan hingga saat ini.

Tissot telah melakukan banyak upaya dalam pengembangan, inovasi, danjuga penyempurnaan produk, baik dari segi desain, movement, hingga teknologi yang melengkapinya. Merek ini merupakan salah satu yang paling populer di kalangan horologi, terutama pecinta jam tangan Swiss.

Fakta Menarik Tentang Tissot

Selama perjalanan Tissot sebagai salah satu jam tangan Swiss yang ternama, ada beberapa fakta yang menarik untuk diketahui para pecinta horologi. Berikut adalah rangkuman 16 fakta menarik merek jam tangan Tissot.

Berawal dari Usaha Keluarga yang Dibangun oleh Bapak dan Anak

Fakta yang pertama, merek ini berawal dari usaha keluaga yang dikelola oleh bapak dan anak. Cerita merek Tissot berawal dari Charles-Félicien Tissot dan anaknya Charles-Émile Tissot yang datang ke kota Le Locle yang berada di wilayah Neuchâtel, Pegunungan Jura, Swiss. Wilayah ini merupakan tempat watchmaking di Swiss.

Bapak dan anak ini kemudian membangun perusahan watchmaking bernama Tissot pada tahun 1853. Sejak awal berdirinya, merek ini sangat fokus mengenai akurasi dan presisi. Tak hanya menjadi sosok penting pada berdirinya Tissot, Charles-Émile Tissot juga masuk ke dunia politik dan ambil bagian dalam mendukung pembangunan watchmaking di kota itu. Berawal dari skala lokal, nama Charles-Émile Tissot menjadi terkenal di skala internasional yang kemudian membawa Tissot ke level global.

 

Merek Pertama yang Membuat Dual Time Pocket Watch

Meski baru didirikan, Tissot langsung menjadi sorotan di industri jam tangan. Pada tahun Tissot berdiri, banyak masyarakat yang menggunakan pocket watch atau jam saku. Pada era tersebut, Tissot mengeluarkan pocket watch pertamanya yang memiliki fitur dual time atau two time zone.

Produk ini tak hanya menjadi pocket watch berfitur dual time pertama bagi Tissot, namun juga pertama di dunia. Selain inovasi dan kemampuan produksi masalnya, merek Tissot juga diakui memiliki kualitas craftsmanship atau keahlian yang sangat baik.

 

Pocket Watch Keluarannya Terkenal di Amerika dan Rusia

Popularitas merek Tissot tidak hanya diakui di skala nasional saja. Charles-Émile Tissot telah membawa merek Tissot untuk dikenal di Amerika dengan pendant watch style-nya sejak tahun 1858. Di tahun yang sama Charles-Émile Tissot juga membawa Tissot ke pasar Rusia dan berhasil menjual pocket watch keluaran mereka di Kekaisaran Rusia..

Merek Tissot pun mendapat pengakuan dalam keandalan cratsmanship-nya di kedua negara tersebut dan terus meluas ke belahan dunia lainnya. Tissot semakin dikenal dengan kreativitasnya dalam mendesain produk pocket watch dan pendant watch-nya. Tak hanya untuk kaum pria, Tissot juga membuat pendant watch cantik yang juga banyak dipakai oleh wanita.

 

Salah Satu Merek yang Dipakai oleh Presiden Swiss

Tissot yang sudah masuk ke pasar internasional dan memperoleh reputasi yang membanggakan membawa merek ini ke level yang lebih tinggi. Pada tahun 1887, Tissot diminta membuat desain pocket watch untuk presiden Swiss kala itu, yaitu Numa Droz. Selama beberapa dekade berikutnya, keluarga presiden menggunakan Tissot sebagai presidential timepiece.

 

Fokus Awal pada Jam Tangan untuk Perempuan

Sejak awal berdirinya, Tissot adalah merek jam tangan yang rajin membuat jam tangan untuk wanita. Bahkan, Tissot juga mengeluarkan pendant watch atau jam tangan liotin yang didekorasi mewah dan banyak disukai tokoh-tokoh terkenal pada masanya.

Memasuki abad ke-20, gaya pada dunia horologi mulai mengalami perubahan. Saat inilah era jam tangan mulai banyak diminta dan diminati sebagai kebutuhan fesyen dan timepiece.Merek Tissot ikut andil pada era pergeseran tren dari pocket watch ke jam tangan. Menariknya, Tissot tidak mengikuti pola dan desain merek-merek lain. Pada tahun 1916, Tissot membuat desain jam tangan yang menggegerkan, yaitu model Banana. Desain dan bentuk jam tangan ini benar-benar berbeda dari jam tangan pada umumnya keluaran merk-merk lain.

 

Di era awal produksi jam tangannya, Tissot memang lebih sering membuat jam tangan yang diperuntukkan bagi kaum wanita. Bahkan sejak kemunculan model Banana, Tissot terus sibuk mengembangkan model-model jam tangan untuk wanita. Tak hanya itu, banyak pula iklan jam tangannya yang menegaskan bahwa kala itu merek Tissot memang begitu dekat dengan kaum hawa.

Sampai tahun 1960-an, Tissot masih sibuk memproduksi jam tangan untuk kaum hawa. Pada masa tersebut, Tissot menghadirkan model khusus untuk kaum muda yang berwarna dan lebih sporty yang menyesuaikan dengan tren pada era tersebut.

Tissot juga mulai menggandeng desainer-desainer ternama untuk menciptakan desain-desain jam tangan baru untuk disuguhkan di pasar horologi. Misalnya saja desainer Pekka Piekäinen yang turut menciptakan jam tangan Tissot Design, kemudian desainer ternama Ettore Sottsass yang bekerja sama dengan Tissot pada jam tangan model Tissot Sottsass. Sampai saat ini Tissot ladies collection masih terus dikembangkan sebagai salah satu kekuatan pasar merek Tissot.

 

Merek Pertama yang Membuat Jam Tangan Non-Magnetic

Di tengah kesibukannya dalam menciptakan desain-desain jam tangan untuk kaum hawa, Tissot tidak lupa untuk melakukan inovasi yang lebih teknis, di luar desain. Pada tahun 1920-an listrik mulai banyak digunakan. Di era ini Tissot segera mengambil langkah cerdas dalam menanggapi perkembangan.

Listrik dapat menciptakan medan magnet yang kemudian akan mempengaruhi akurasi dari mechanical watch. Maka, pada tahun 1930 hadirlah jam tangan non-magnetic pertama di dunia yang dibuat oleh Tissot dengan label “antimagnetique”.

 

Pernah Bergabung dengan Merek Omega Jauh Sebelum Swatch Group

Jauh sebelum berada di payung Swatch Group, Tissot pernah bergabung dengan merek Omega yang juga merupakan merek jam tangan dari Swiss. Pada tahun 1930, Tissot dan Omega melakukan merger dan membentuk SSIH (Société Suisse pour l'Industrie Horlogère). Produk-produk jam tangan Tissot-Omega pada era ini bahkan banyak dicari oleh para kolektor.

Tissot dan Omega bahkan mulai masuk ke dunia olahraga dengan mengembangkan high quality stopwatch yang pada akhirnya digunakan di event-event olahraga. Perjalanan Tissot sebagai oficial time keeper atau pencatat waktu resmi dimulai pada tahun 1983 dalam gelaran pertandingan Ski di Villars-sur-Ollon di Pegunungan Jura, Swiss.

Sejak saat itu Tissot kerap didapuk sebagai official timekeeper dalam berbagai kompetisi, bahkan kejuaran dunia dalam hoki es, anggar, balap sepeda, dan balap sepeda motor. Pada tahun 1957 Tissot juga dipercaya sebagai official timekeeper untuk Piala Davis.

 

Merk Jam Tangan Pertama yang Membuat Brand Movie Advertising

Fakta berikutnya adalah Tissot merupakan merek jam tangan pertama yang membuat movie advertising. Gebrakan Tissot tidak hanya dilakukan dalam hal inovasi desain, akurasi, dan teknologi saja. Namun, Tissot juga menjadi salah satu merek yang dari awal menyadari bahwa advertising, branding, dan marketing adalah hal yang sangat penting.

Terbukti, pada tahun 1946 Tissot membuat sebuah movie advertising yang ditayangkan secara resmi di banyak bioskop. Film iklan ini bahkan tersedia dalam berbagai bahasa, sejalan dengan keragaman pasar yang dimiliki Tissot. Langkah branding yang cerdas ini tentu berdampak luar biasa pada perkembangan popularitas Tissot.

 

Merek Pertama yang Membuat Jam Tangan 24 Hours Time Zone

Bersama dengan Omega, Tissot terus melakukan pengembangan dan mendukung akurasi timekeeper untuk acara-acara olahraga. Di samping itu, Tissot juga terus mencari inovasi baru dalam dunia horologi. Pada tahun 1951 yang merupakan era penggunaan jam tangan sebagai tool navigasi, Tissot kembali melakukan gebrakan baru. Merek ini menciptakan jam tangan pertama yang berfitur real 24 hours time zone yang langsung bisa di baca melalui dial-nya.

Merek Pertama yang Membuat Jam Tangan Plastik, Batu, Pearl, dan Wood

Ide jam tangan berbahan plastik sebenarnya populer karena merek Swatch yang hadir mulai tahun 1983. Namun, sebenarnya merek Tissot sudah terlebih dahulu membuat jam tangan berbahan plastik pada tahun 1971 melalui model Astrolon. Selain itu, Tissot juga membuat jam tangan berbahan batu granit pada tahun 1985 dengan model Rock Watch.

Pada tahun 1987, Tissot kembali membuat inovasi dengan membuat jam tangan Pearl Watch berbahan mother of pearl. Kemudian, pada tahun 1988-1999 Tissot membuat jam tangan berbahan kayu atau Wood Watch. Sehingga, bisa dibilang bahwa material jam tangan yang belakangan ini menjadi tren sebenarnya sudah dilakukan oleh Tissot sejak dulu.

Merek yang Sangat Dekat dengan Dunia Car Rasing

Tissot adalah merek jam tangan para pembalap. Awal cerita Tissot mengembangkan jam tangan racing adalah ketika seorang pembalap Swiss bernama Harry Zweifel mengirimkan sebuah foto ke Tissot pada tahun 1958 yang bertuliskan “Meine Tissot ist an jedem Rennen dabei” yang artinya “Tissot-ku selalu ada di sisiku pada setiap acara balapan” .

Hal inilah yang kemudian menginspirasi merek Tissot untuk membuat lineup racing watch yang dimulai pada tahun 1965 dengan merilis model PR 516. Sejak saat itu, merek Tissot terus aktif dalam mensponsori dunia balap. Pada tahun 1973, Tissot menjadi sponsor tim Alpine di Monte Carlo Rally. Kemudian, di tahun 1977 Tissot menjadi sponsor Porsche di ajang 24 Hours of Le Mans.

Lalu, pada tahun 1977-1982 Tissot menjadi sponsor tim Renault Alpine di dua event, yaitu 24 Hours of Le Mans dan Formula 1. Setelah itu Tissot juga masih aktif muncul dalam dunia balap, baik sebagai sponsor atau sebagai official timekeeper. Beberapa tim lain yang pernah bekerjasama dengan Tissot, misalnya Sauber, Lotus, dan Marcedes Benz.

Tissot pun akhirnya dikenal dengan beragam model jam tangan racingnya, mulai dari Tissot F1 Collection, Tissot Martino Racing, hingga T-Race yang kemudian menjadi lineup andalan Tissot sampai saat ini selain model-model klasik dan ladies collection-nya.

 

Merek yang Pertama Kali Membuat Jam Tangan dengan Strap Berlubang

Dengan lineup racing di model PR-516 tahun 1965, Tissot ternyata juga membuat sesuatu yang berbeda selain dari jam tangannya. Itulah pertama kalinya jam tangan strap berlubang yang terinspirasi dengan desain setir mobil balap di era itu. Sampai sekarang, strap berlubang seperti itu disebut dengan racing strap atau rally strap dengan desain dan ukuran lubang yang beragam.

 

Tissot Dibeli oleh Swatch Group di Masa Quartz Crisis

Periode tahun 1970-an sampai dengan 1980-an adalah era pamer big event dan teknologi dalam dunia jam tangan. Sebut saja Omega dengan Moon Watch-nya yang heboh karena dibawa ke bulan, Bulova dengan produk Accutron, dan Tissot yang baru saja meluncurkan Tissonic Electronic.

Sayangnya, pada masa tersebut terjadi Quartz crisis yang menyerang dan memporak-porandakan industri jam tangan Swiss, termasuk Tissot dan Omega. Akibatnya, pada tahun 1983 Tissot dibeli oleh Swatch Group sebagai strategi bertahan hidup industri jam tangan Swiss.

Tissot dan Omega kemudian berada di payung yang sama sejak saat itu, yaitu Swatch Group, bersama merek-merek besar lainnya, seperti Hamilton, Rado, Balmain, Mido, Certina, Harry Winston, Jaquet Droz, Blancpain, dan masih banyak lagi.

Bergabung sejak tahun 1983 dengan The Swatch Watch Group Ltd. yang merupakan produsen dan distributor arloji terbesar di dunia, kini Tissot telah dipasarkan ke 160 negara di seluruh dunia. Dalam hal ini, Swatch Group mengklasifikasikan Tissot sebagai produk mid-range market.

 

Merk yang Pertama Kali membuat Jam Tangan Tactile

Jam tangan Tactile adalah sebuah jam tangan yang mampu dibaca tanpa harus dilihat, cukup dengan diraba saja. Sejak memasuki era Quartz crisis, Swiss mencoba bangkit dengan Quartz buatan mereka sendiri dan terus membuat inovasi berbasis Quartz movement. Tissot adalah salah satunya yang menstabilkan mereknya di era Quartz crisis sampai dengan sekarang melalui creation lineup T-series.

Kemudian, pada tahun 1999 Tissot meluncurkan sebuah model yang menggabungkan desain maskulin dan feminin, menggabungkan digital dan analog, juga menggabungkan manual crown dan teknologi sentuh dengan model T-Touch. Jam tangan ini menggunakan kristal safir yang sensitif terhadap sentuhan untuk mengotril beragam fungsinya, seperti barometer, altimeter, termometer, dan kompas.

Beberapa model terbaru T-Touch, seperti T-Touch Expert Solar dan T-Touch Lady Solar bahkan memiliki 25 fungsi yang melengkapinya. Kehadiran model T-Touch ini membawa Tissot ke level yang berbeda dan menjadi merek yang sangat dihormati sampai dengan sekarang.

 

Merk yang Sering Mengubah Logonya

Sejak pertama kali didirikan, Tissot dikenal sebagai salah satu merek jam tangan Swiss yang sering gonta-ganti logo. Setelah berlakunya Undang-Undang Perlindungan Merek Dagang Swiss, Tissot mendaftarkan logo pertamanya pada tahun 1980.

Sejak logo pertamanya di tahun 1980, Tissot telah mengganti logo beberapa kali, yaitu pada tahun 1880, 1891, 1906, 1910, 1911, 1918, 1920, 1921, 1924, 1931, 1934, 1936, 1949, 1959, 1976, 1986, dan 1988. Bahkan, di tahun 1936 dan 1959 Tissot tercatat dua kali mengganti logonya. Sejak tahun 1988 hingga saat ini Tissot masih menggunakan logo yang sama.

Tissot masih menggunakan beberapa logo lama di model Novelties-nya. Misalnya saja di model Visodate, pada dial-nya menggunakan logo tahun 1931 walaupun pada kotaknya sudah menggunakan logo yang terbaru.

 

Dipakai Tokoh Terkenal Dunia

Jam tangan Tissot tak hanya dipakai oleh orang biasa, namun juga berbagai tokoh terkenal dan kalangan selebriti. Salah satu tokoh penting yang memakai jam tangan Tissot adalah Ratu Elisabeth dari Belgia. Pada tahun 1921, Ratu Elisabeth membuat pesanan khusus jam tangan Tissot

Tokoh berikutnya yang juga memakai jam tangan Tissot adalah Sarah Bernhardt yang kerap disebut sebagai aktris paling terkenal dalam sejarah dunia. Sarah sering kali muncul di panggung dengan jam tangan Tissot-nya. Aktris Prancis ini juga mengunjungi Universal Exhibition di Paris dan membeli jam tangan liontin keluaran Tissot.

Begitu pula dengan penyanyi tahun 1950-an, Carmen Miranda yang juga kedapatan memakai jam tangan mewah Tissot. Jam tangan dengan aquamarine dan berlian dari Tissot tersebut berhasil membuat penyanyi terkenal dunia jatuh hati.

Tokoh-tokoh terkenal lain yang juga kedapatan mengenakan jam tangan dari Tissot, antara lain aktris Grace Kelly, penyanyi Elvis Presley, dan mantan presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. Duchess of Cambridge, Kate Middleton juga kedapatan mengenakan jam tangan Tissot.

Menariknya, jam tangan Tissot juga tampak dikenakan selebriti dalam film mereka. Misalnya saja James Stewart yang mengenakan jam tangan Tissot di film Amerika bertajuk Rear Window. Kemudian, Angelina Jolie yang mengenakan jam tangan Tissot seri T-Touch dalam film Lara Croft Tomb Raider: The Cradle of Life dan juga film Mr. & Mrs. Smith.

 

Menggandeng Selebriti Terkenal Dunia sebagai Brand Ambassador

Mengikuti perkembangan teknologi dan kehidupan sosial, kini banyak merek terkenal dunia yang menggandeng selebriti papan atas sebagai brand ambassador. Tak terkecuali Tissot yang memang menjadi salah satu merek jam tangan populer di dunia. Tissot bekerja sama dengan banyak selebriti dari berbagai bidang, mulai dari aktor, pemain bola, pemain kriket, hingga pembalap sebagai duta mereka.

Beberapa selebriti papan atas dunia yang menjadi mitra Tissot, antara lain Duta merek Tissot termasuk: Tony Parker, Liu Yi Fei, Virat Kohli, Deepika Padukone, Huang Xiaoming, Jorge Lorenzo, Thomas Lüthi, Neha Kakkar, Marc Márquez dan Rana Daggubati.

Demikianlah rangkuman fakta menarik tentang merek jam tangan Tissot. Secara keseluruhan Tissot memang merupakan merek jam tangan dengan kualitas tinggi dengan eksekusi detail yang tidak main-main. Tak hanya itu, salah satu keunggulan dari Tissot adalah inovasi model produknya yang beragam, namun memiliki rentang harga yang luas. Dengan demikia, produk keluaran Tissot dapat dijangkau oleh banyak kalangan.

Tissot adalah merek yang berani mengambil risiko dan mencoba bertahan serta terus berinovasi di situasi sesulit apapun, menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan teknologi. Merek ini memiliki kemampuan beradaptasi yang hebat di samping craftsmenship yang bagus dengan sajian harga yang terjangkau di kelasnya. Tissot juga menjadi merek yang berusaha untuk selalu ada di semua lini dan terus berinovasi tanpa melupakan tradisi.Merek Tissot sampai saat ini masih menjadi pilihan terbaik di kelas entry-level Swiss Watch.

 

Dengan demikian Tissot berhasil membuktikan keberadaannya sebagai merek jam tangan yang mampu menyesuaikan perembangan jaman dan teknologi tanpa melupakan tradisi watchmaking. Itulah yang membuat Tissot memiliki slogan “Innovation by Tradition”.

Related Posts: