SMARTWATCH DI MATA PENGGUNA

Image 3
Blog

Bicara soal smartwatch tidak terlepas dari fungsi jam itu sendiri, karena pada dasarnya jam tangan jenis ini memakai konsep digital, dengan cara kerja sinkronasi dengan smartphone. Istilah Smart yang dilekatkan pada sebuah objek elektronik umumnya berarti perangkat tersebut dapat terkoneksi dengan internet atau perangkat elektronik yang lain. Apakah smartwatch sama dengan jam digital biasa? Jawabannya tentu tidak. Sebelum itu mari kita lihat Jauh sebelum masuk ke abad 21, lewat debut pertama memulai perkembangannya tahun 1927 dalam bentuk Plus Four Wristlet Route Indicator, yaitu sebuah alat yang dikenakan di pergelangan tangan dan berfungsi sebagai penunjuk jalan. Sebut saja Seiko yang menciptakan jam tangan yang mampu menyimpan data yang diberi nama Seiko Data-2000.

Kalau kita runutkan justru movement quartz-lah yang sesungguhnya memberikan ide terciptanya smartwatch. Tak lama setelah ditemukan movement quartz, munculah movement digital dengan layar Liquid Crystal Display (LCD). Melalui penggunaan layar ini, jam tangan mampu memberikan informasi waktu berupa tampilan angka-angka digital, yang saat ini masih di gunakan oleh brand G-shock dari seiko.

Istilah Smartwatch sendiri secara umum berarti sebuah jam tangan yang dapat terhubung ke internet dan juga perangkat elektronik yang lain (smartphone atau tablet) dengan smartwatch kita bisa memiliki akses ke berita, cuaca, gps, email, sms dan telpon masuk dan banyak lagi.

Lalu bagaimana dengan jam tangan konvensioanl saat ini? Hadirnya smartwatch sejauh ini belum  mampu menggeser eksistensi jam tangan konvensional. buat sebagian orang, jam tangan konvensional masih memiliki nilai tersendiri , baik dari histori pemilik dan juga value jam tangan itu sendiri di kemudian hari, itu sebabnya semahal apapun smartwatch tidak akan buisa masuk kategori luxury watch sebagai acuan sebuah investasi dari memiliki sebuah jam tangan.

Munculnya smartwatch saat ini jelas tidak terlepas dari produsen dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, menciptakan jam yang bukan semata hanya untuk melihat waktu, melainkan banyak hal yang biasanya kita lakukan di smartphone. Lalu di antara segudang keunggulannya apa kekurangannya? Jelas jika jam tangan smartwatch harus mempunyai koneksi internet untuk mendapatkan semua fiturnya, smartwatch pada umumnya rechargeable saat baterai habis, jam tangan jenis ini akan sangat tidak berguna. Buat sebagian orang jelas hal ini menjadi sebuah pertimbangan jika di sandingkan dengan jam automatic yang bisa kita pakai tanpa harus melepasnya. Selain itu jam tangan smartwatch tidak bisa di jadikan sebuah investasi khususnya buat para kolektor luxury brand, teknologi saat ini jelas berdasarkan value, mahal saat pertama kali rilis dan akan berkurang harganya seiringnya waktu.

Berbanding terbalik dari jam tangan konvensional yang saat ini kita pakai, meskipun era teknologi semakin berkembang di setiap tahunnya namun jam tangan konvensional nyatanya masih menjadi alternatif pertama bagi orang dalam memilih jam tangan jenis apa yang akan mereka pakai, selain itu jam tangan konvensional meiliki nilai history atau sentimental dari para pembuatnya.  Belum modelnya yang sangat variasi di pasaran, dan jelas jam tangan konvensional ini dapat di jadikan investasi kemudian hari. Karena nyatanya semakin tua jamnya maka semakin mahal nilainya.

Jadi kesimpulannya jam tangan smartwatch bisa di jadikan sebuah alternatif untuk anda memiliki jam, dengan segudang fitur yang berada di dalamnya. Namun tidak akan bisa di jadikan jam tangan utama bagi anda. Jadikan sebuah fungsi di smartwatch sesuai dengan semua kebutuhan anda, saat ini para hypetcno, melihat smartwatch adalah sebuah yang wah. Namun semua kembali kepada anda. Jika anda melihat orang di jalan memakai jam tangan Omega speedmaster dengan orang yang mamakai smartwatch  mana yang lebih membuat anda tertarik melihatnya?

Related Posts: