MENGULAS SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DIBALIK MEREK JAM TANGAN TIMEX
Brand History

MENGULAS SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DIBALIK MEREK JAM TANGAN TIMEX

Timex merupakan salah satu perusahaan jam tangan besar asal Amerika Serikat, sudah memproduksi banyak jam tangan cukup menarik perhatian. Timex adalah salah stau merek yang sudah diluncurkan sejak 1854 dan telah menciptakan model jam tangan versatile yang memiliki harga cukup terjangkau. Koleksi jam tangan Timex saat ini terlah berkembang pesat dan sudah muncul dalam berbagai model seperti Timex Waterbury, Timex Fairfield, dan juga mengeluarkan model jam tangan yang dihasilkan dari beberapa kolaborasi. Merupakan merek yang sudah cukup tua dan pastinya sudah melewati banyak cerita di dalamnya.

Sejarah Didirikannya Timex Group USA

Perusahaan ini sebelumnya dikenal sebagai Timex Corporation, yang merupakan perusahaan manufaktur jam tangan global Amerika yang didirikan pada tahun 1854 sebagai Perusahaan Jam Waterbury yang berada di Waterbury, Connecticut. Pada tahun 1944, perusahaan ini berganti menjadi Timex Corporation, lalu pada tahun 2008, perusahaan diakuisisi oleh Timex Group BV kemudian berganti nama menjadi Timex Group USA.

Pada tahun 1854, produsen kuningan bernama Benedict dan Burnham menciptakan Waterbury Clock Company yang bertujuan untuk memproduksi jam menggunakan roda dan roda kuningan. Industri ini secara resmi didirikan pada tanggal 27 Maret 1857 sebagai sebuah bisnis independen. Pada saat itu, industri jam Amerika Serikat sedang dalam tahap yang sangat berkembang karena sudah memproduksi jutaan jam dengan sejumlah perusahaan yang berlokasi di Lembah Sungai Naugatuck Connecticut sehingga wilayah tersebut dijuluki sebagai “Swiss dari Amerika”. The Wwaterbury Clock Company adalah salah satu perusahaan produsen jam tangan terbesar untuk domestik dan ekspor terutama ke wilayah Eropa.

Perusahaan Jam Tangan Waterbury

Model dari jam tangan yang rencananya akan diproduksi untuk arloji saku murah yang terbuat dari 58 bagian yang sebagian besar lembaran kuning berlubang, pertama kali diperkenalkan kepada Benedictus dan Burnham di tahun 1877. Awalnya mereka hanya menyisihkan bagian yang tidak terpakai dari toko mesin mereka, perusahaan kemudian dengan cepat memperbanyak ruangan di pabriknya, sehingga Beneduct dan Burnham memasukan perusahaan saudara Wwaterbury Clock, Waterbury Watch Company di tahun 1888 dengan bermodal hanya 400 ribu dolar AS agar mereka bisa memproduksi dan menjual jam tangan murah dan jam tangan lainnya. Pada tahun 1888, Waterbury Watch menjadi produsen jam tangan dengan volume produksi terbesar didunia, dimulai dengan sangat sukses pada masa-masa awalnya yang mempekerjakan banyak wanita untuk menghasilkan jam tangan yang menarik dan memiliki bentuk detail yang halus.

Awal Munculnya Jam Tangan

Perang Dunia membawa inspirasi bagi desain arloji yang baru, karena membutuhkan arloji dengan model yang baru karena para penembak membutuhkan cara mudah untuk menghitung dan membaca waktu sambil tetap bisa menggunakan senjata. The Waterbury Clock Company pun akhirnya bisa memenuhi kebutuhan ini dengan diciptakannya model arloji terbaru dengan memodifikasi jam saku Midget wanita Ingersoll kecil mereka. Dengan menambah lug untuk tali kanvas, memposisikan ulang kenop menjadi pukul 3, serta membuat jarum jam dan nomor yang bisa dibaca meskipun dalam keadaan yang gelap di malam hari, sehingga menghasilkan salah satu jam tangan pertama.

Dilansir dari Wikipedia, Pada tahun 1922, Perusahaan Jam Waterbury membeli Robert H. Ingersoll dan Bro. Perusahaan yang dibeli sebesar 1,5 juta dolar US. Perusahaan itu bangkrut tahun sebelumnya karena adanya resesi pasca perang. Namun, Waterbury Clock tidak dapat memenuhi jaminan kualitas Ingersoll di Eropa karena adanya depresi hebat pada wkatu itu, jadi mereka menjual Ingersoll, Ltd. yang berbasis di London kepada dewan direksi pada tahun 1930, menjadikannya sepenuhnya perusahaan milik Inggris. Nama merek Ingersoll dilanjutkan di Amerika Serikat oleh Waterbury Clock hingga tahun 1950-an, sementara Ingersoll Ltd. memproduksi merek jam tangan Ingersoll secara independen untuk pasar Eropa dan pasar lainnya.

Saat terjadi depresi hebat dan kesulitan dalam perekonomian merupakan waktu terberat untuk Waterbury Clock Company karena mereka mau tidak mau juga harus mengalami kerugian dari dampak depresi ekonomi yang terjadi. Setelah depresi berakhir, mereka kembali mendapatkan identitasnya di pasar konsumen, pada tahun 1930, Waterbury Clock Company melakukan perjanjian lisensi dengan Walt Disney. Mereka memperkenalkan jam tangan Mickey Mouse kepada publik di Pameran Dunia Chicago pada juni tahun 1993. Thomas Olsen merupakan seorang pemilik Fred. Olsen Shipping Co., yang melarikan diri dari Norwegia bersama Joakim Lehkuhl dan dengan keluarga mereka. Akhirnya mereka pun sampai ke Amerika Serikat dan berupaya mencari investor untuk membantu upaya perang. Pada akhirnya Olsen dan Lehmkuhl membeli saham di Waterbury Clock Company lalu Olsen menjadi ketua dan menunjuk presiden Lehmkuhl yang pada saat itu telah belajar bisnis dan teknik di Harvard dan MIT.

Perusahaan itu pun menjadi produsen terbesar pengatur waktu sekering yang berada di bawah arahan Amerika Serikat. Pada tahun 1942, mereka membangun pabrik beton baru di dekat Middlebury, Connecticut dalam 88 hari yang bertujuan untuk produksi volume tinggi pengatur waktu presisi. Pada tahun 1943, Waterbury Clock Company meraih penghargaan yang diberikan oleh wakil Menteri Perang yang memiliki keunggulan atas sekering Anglo-Amerika yang mereka produksi.

Perkembangan Timex Corporation di tahun 1969-2008

Kedatangan jam tangan mekanik murah dan perkembangan kuarsa digital yang dipelopori oleh perusahaan Jepang, membuat perkembangan jam tangan di Amerika Serikat pada waktu itu hancur. Saat itu, Lehmkuhl sudah pensiun pada tahun 1973 tanpa adanya penerus yang kompeten dan jelas, ditambah Polaroid yang saat itu mengakhiri kontrak dengan Timex pada tahun 1975 yang berakibat pada PHK karyawan secara masal. Perkembangan teknologi jam tangan saat itu cukup pesat ditambah makin banyaknya perusahaan jam tangan yang muncul dan membawa produk baru semakin menambah persaingan ketat dalam dunia hororlogi.

Para pesaing Timex yang agresif dalam memasuki bisnis, termasuk perusahaan Jepang, Perusahaa Hongkong berbiaya rendah, dan perusahaan besar Amerika seperti Gillete, Texas Instruments, dan National Semi-Conductor. Timex mengalami penurunan penjualan yang sangat pesat ditengah persaingan dengan merek lain. Pada pertegahan tahun 1980, Timex akhirya berfokus hanya pada produksi arloji. Mereka menganggap bahwa kualitas produk dan desain yang modis menjadi penting agar bisa bersaing dengan merek lian sekaligus  bertahan dalam pasar massal.

Sebelumnya, Timex sudah memiliki reputasi yang baik di mata pengguna sebagai produk yang kuat dan tahan lama, ditambah Timex merupakan salah satu merek yang sudah lama berdiri sehingga akan menanamkan rasa kepercayaan pada penggunanya. Timex mulai memperbaiki kualitas kerja para karyawan dam mulai memproduksi jam tangan dengan kualitas baik, mereka menerapkan kualitas baterai yang lebih tahan lama, pelapisan emas yang tahan lama, akurasi yang jam tangan yang baik, dan gaya yang lebih tahan air merupakan beberapa hal yang mereka harus tingkatkan dan pertahankan kualitasnya. Mereka memproduksi jam tangan secara produktif dengan menciptakan jam analog menggunakan lebih sedikit komponen, mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk produksi secara keseluruhan. Hal ini dilakukan agar mereka bisa memenuhi target permintaan pasar.

Tahun 1992, Timex memperkenalkan produk lampu malam Indiglo, di tahun 1993 produk jam tangan Timex mengalami lepas landas dan menyebabkan peningkatan pangsa pasar Timex di Amerika Serikat karena pada waktu itu terjadi pengeboman World Trade Center, dimana ada seorang pekerja kantoran yang mengenakan Timex dengan lampu malam Indiglo yang menggunakan cahayanya untuk memandu sebuah kelompok pengungsi menuruni tangga gelap. Karena hal ini banyak orang yang berpendapat bahwa Timex adalah merek yang benar-benar menciptakan jam tangan yang fungsional dan berkualitas.

Tahun 1993, Timex dan Disney kembali bekerja sama untuk menciptakan jam tangan karakter yang disebut sebagai Disney Classics Collection. Tahun 1994, Timex berhasil memperoleh lisensi Nautica Watches dan memperkenalkan Timex Data Link yang merupakan sebuah jam tangan bertipe PDA Data Link yang dapat menerima informasi kontak dan penjadwalan dari urutan dalam lampu monitor komputer menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh Microsoft. Timex juga memperkenalkan merek jam tangan terbaru mereka bernama Timex Expedition yang dirancang khusus untuk olahraga yang berat. Generasi yang baru mendorong pertumbuhan lebih lanjut dari Timex Corporation dan induknya yaitu Timex Group BV. Pada tahun 2000, Timex Corporation membeli merek jam tangan mode prancis Opex. Tahun 2002, Timex berhasil memperoleh lisensi jam tangan untuk perancang busana perkotaan Marc Eko di bawah anak perusahaan Callanen.

Perusahaan ini berhasil memasuki pasar mewah pada tahun 2005 ketika perusahaan induk Timex mengakuisisi Vertime SA yang berbasis di Swiss. Vertime bertangung jawab atas desain, produksi, dan distribusi jam tangan serta perhiasan buatan Swiss untuk merek Versace dan Versus. Perusahaan induk international Timex USA, Timex Group BV meluncurkan TX Watch Company pada akhir tahun 2006. Pada tahun 2007, Timex group BV akhirnya mendirikan Sequel AG sebagai perusahaan terpisah yang berfokus pada desain, mneufaktur, dan distribusi merek jam tangan Guess dan Dc buatan Swiss.

Perkembangan Timex Group USA Saat Ini

CEO Timex Group sebelumnya telah mengelola Timex Group dan berkontribusi dalam menangani penurunan pendapatan yang mereka alami pada lima tahun lalu. Perusahaan pada awal tahun 2008, membentuk Unit Bisnis Timex sebagai fungsi bisnis terpisah untuk merek Timex dengan presidennya sendiri. Sejak perubahan ini, Timex telah memperkenalkan jam tangan yang memiliki fitur GPS, monitor detak jantung olahraga, dan fitur canggih lainnya. Pada tahun 2008, Timex Group USA menandatangani perjanjian empat tahun yang menjadikan Timex sebagai pencatat waktu resmi pertama di New York City Marathon. Saat ini merek jam tangan Timex sudah mendunia dan menjadi salah satu jam tangan yang paling diminati.

Koleksi Klasik Ikonik Jam Tangan Timex

Salah satu koleksi klasik yang diproduksi oleh Timex adalah koleksi klasik Q Timex Re-Issue. Koleksi tersebut hadir digadang-gadang untuk memperingati 165 tahun perjalanan mereka dalam memproduksi jam tangan. Ini merupakan salah satu kolesi jam klasik yang sangat diminati dan pada saat hadir pertama kali di Indonesia dan langsung terjual dalam kurun waktu sekitar satu minggu. Ini adalah koleksi yang dibuat secara istimewa dan hadir dalam bentuk jam tangan yang inovatif dan berkualitas, dengan dikeluarkannya koleksi ini, diharapkan Timex dapat menjadi perusahaan yang bisa terus menerus memproduksi jam tangan yang bermanfaat bagi penggunanya dan bisa menjadi salah satu perusahaan jam tangan yang bisa menjadi panutan bagi perusahaan lainnya.

Jam tangan Q Timex Reissue terinspirasi dari gaya penyelam yang hadir dengan desain dan material yang pertama kali diproduksi pada tahun 1979. Jam ini memiliki tampilan diameter 38 mm dengan lebar lug 18 mm dan dilengkapi strap rajut stainless steel, adanya baterai fungsional, mahkota bezel yang bisa diputar, ditenagai oleh Quartz yang diproduksi dengan harga terjangkau sebagai apresiasi mereka dengan kualitas pengerjaan yang hingga saat ini masih dijalankan. Produk jam tangan ini membawa dua warna yaitu frame warna hijau-hitam dengan muka jam berwarna hitam dan warna frame merah-biru dengan warna muka jam tangan putih.

Beberapa Rekomendasi Produk Jam Tangan Timex

  • Timex Seri Expedition Scout Chrono

Ini merupakan salah satu produk jam tangan Timex yang ditunjukan untuk kamu yang suka beraktifitas di luar ruangan ataupun berpetualang. Semua seri Expedition Scout memiliki desain yang bersih dan menarik, dengan perbedaan pada ukuran casing warna dials dan strap. Jam tangan ini memiliki ukuran 40 mm yang dinilai cocok dan idel bagi jam tangan pria dan bisa juga dipakai oleh wanita yang lebih menyukai tipe jam yang besar. Memiliki lugs pendek yang membulat kebawah, mengurangi bagian sampingnya agar tidak memakai lebih besar dari ukuran casingnya.

Tali kulit yang terbuat dari gesper baja dengan lapisan matte yang cukup untuk ukuran harga jam ini. Tali yang menimbulkan kesan mewah dan lembut di tangan Anda serta awet di pakai dalam jangka waktu yang lama. Jam tangan ini memiliki berat yang ringan sehingga sangat nyaman apabila digunakan. Timex mengeluarkan jam tangan kuarsa modern yang dilengkapi dengan Indiglo, dilengkapi lampu latar yang luar biasa yang membuat visibilitas rendah cahaya hampir sebagus visibilitas siang hari biasa. Tampilan jam tangan yang mengadopsi gaya klasik dan dibekalifitur water resistance, Jam ini dibanderol dengan harga kurang lebih 2 jutaan.

  • Timex Ironman GPS Watch

Jam tangan ini merupakan jam tangan dari Timex yang sebenarnya diproduksi dengan dibekali banyak fitur yang bisa memudahkan kita dalam berolahraga. Jam tangan ini dibekali dengan fitur GPS namun tetap memiliki harga yang terjangkau. Berbeda dengan smartwatch, GPS Ironman bukanlah berupa perangkat layar sentuh yang diletakan di pergelangan tangan. Namun jam tangan ini merupakan jam tangan digital yang memiliki tampilan sedemikian rupa Untuk bisa menikmati fitur GPS nya kita terlebih dahulu harus menyambungkan ke dinding menggunakan kabel micro USB, dan unduh aplikasi Timex di komputer maupun laptop. Jam tangan ini belum dilengkapi dengan fitur Bluetooth, sehingga Anda harus menggunakan kabel USB dalam mengekstrak file.

Timex mengatakan bahwa masa pakai baterai jam tangan itu mampu memberi daya melalui pelacakan GPS selama 12 jam berturut-turut. Namun dalam kehidupan nyata, cukup sulit untuk menentukan berapa lama baterai akan habis karena itu bergantung pada aktivitas apa yang kita lakukan. Di komputer kita akan muncul peta rute lari yang telah kita lakukan, Anda juga bisa memeriksa perubahan ketinggian dari jarak jauh, atau waktu langkah Anda dari jarak jauh. Jam ini juga dilengkapi dengan alarm atau timer. Jam tangan ini sangat cocok digunakan sehari-hari karena sangat mudah dan bebas dari jangguan. Jam ini juga bisa digunakan untuk traveling, snowboarding, berenang, lari, snorkeling, dan surfing.

Trend Fashion Jam Tangan Vintage: “Tri-Compax Genève Universal 1945, Jam Tangan ‘Oversized’ Longines 1946, dan ‘Dial Glossy’ Rolex Explorer 1963”
Brand History

Trend Fashion Jam Tangan Vintage: “Tri-Compax Genève Universal 1945, Jam Tangan ‘Oversized’ Longines 1946, dan ‘Dial Glossy’ Rolex Explorer 1963”

Jam tangan vintage merupakan jam tangan yang tak mudah untuk didapatkan karena sudah mulai langka dan juga memiliki harga yang fantastis tentunya. Semua orang yang memiliki jam tangan vintage dan memakainya tentunya akan merasa bangga. Tak heran banyak banyak pemburu jam tangan vintage untuk dijadikan sebagai koleksi. Jam tangan antik yang berkesan jadul namun menarik adalah jam tangan yang dapat dijadikan investasi. Dibawah ini adalah daftar tiga jam tangan vintage yang tentunya akan sangat menarik hati ketika kita melihatnya. Apa saja jenis jam tangannya? Mari kita simak ulasannya berikut ini.

1945 Universal Genève Tri-Compax Chronograph Ref. 22279 OLEH RICH FORDON

Tri-Compax Universal Genève adalah salah satu model pertama yang saya sukai saat menggunakan jam tangan vintage. Sebelum melihat banyak hal yang ditawarkan dunia vintage, jam tangan dengan hari, tanggal, bulan, fase bulan, dan, yang terpenting, kronograf, sangat menakjubkan. Yang sangat menarik adalah ketika semua ini dilakukan dengan cara yang cerdas dan dirancang dengan baik, seperti UG Tri-Compax. Desain empat sub-register bekerja dengan sangat baik, tidak pernah terasa berantakan, bahkan dalam contoh, dengan jarum penunjuk jam dan menit berbentuk layang-layang besar yang bercahaya. Dial ini menceritakan banyak hal tentang Universal Genève di masa jayanya, karena merek, "UNIVERSAL GENEVE," dan model, "TRI-COMPAX," keduanya, saya berani katakan, renungkan, selalu setidaknya sebagian tertutup oleh satu tangan .

1946 Longines 'Oversized' Ref. 5045 OLEH SAORI OMURA

Banyak desain jam tangan abad pertengahan telah benar-benar bertahan dalam ujian waktu, dan tidak heran mereka tetap menjadi model andalan bagi banyak pembuat jam tangan saat ini. Pikirkan Speedmaster Omega atau Kapal Selam Rolex - daftarnya terus berlanjut. Namun, ini tidak hanya tentang model tertentu tetapi juga tentang desain jam tangan individu yang menarik yang telah menginspirasi perusahaan untuk menghidupkannya kembali dengan interpretasi modern. Contohnya adalah Longines Heritage 1945, yang dirilis pada tahun 2017.

Desain pelat jam yang sama minimalisnya dihiasi dengan satu set jarum besi baja berwarna biru serta jarum detik tengah; itu juga mengembangkan patina cahaya bulu ke permukaan dial keseluruhan. Ini fitur casing besar pada 37mm, yang jelas besar untuk masanya. Selain itu, proporsi bingkai cincin yang ramping membuat pelat jam tampak jauh lebih besar dari ukuran aslinya. Penanda jam semi-bulat yang tidak umum yang ditempatkan sedikit ke arah tengah memberikan aksen yang halus namun efektif pada dial. Dan saya suka kepuasan memutar arloji luka manual.

Rasanya seperti check-in setiap hari dengan teman tersayang Anda untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan siap untuk menghadapi hari yang akan datang. Sebagaimana dicatat pada kutipan yang disertakan dari Arsip Longines, jam tangan itu ditagih pada tanggal 31 Desember 1946, kepada Japercia, seorang agen di Brasil untuk Longines pada saat itu. Sederhana, elegan, tetapi juga sporty dan mudah didekati.

1963 Rolex Explorer Ref. 1016 'Exclamation Point' Dengan Dial Mengkilap Dan Set Lengkap OLEH BRANDON FRAZIN

Saya harus jujur ​​di sini: Butuh beberapa tahun bagi saya untuk tidak hanya menjadi ref. 1016, tetapi juga Explorer pada umumnya. Saya biasanya memakai Submariner atau jam tangan lain yang lebih dari 39mm, jadi saya selalu berpikir 36mm terlalu kecil untuk saya. Setelah berada di dunia jam tangan selama beberapa tahun dan benar-benar melihat apa yang ada di luar sana, suatu hari saya menyadari bahwa saya benar-benar menyukai Explorer, dan ukurannya sempurna. Secara pribadi, saya telah mengumpulkan sedikit koleksi jam tangan dalam kategori sub-36mm, dan sekarang ketika saya memakai Explorer, rasanya substansial. Saya tidak memilikinya, semoga suatu hari nanti. Tetapi bagi saya, Penjelajah ref. 1016 berpotensi menjadi headliner dalam koleksi satu jam tangan. Itu bisa menutupi sporty, bergaya, dan segala sesuatu di antaranya.

Versi dial yang mengkilap dari tahun 1963, pasti dapat menjadi pesaing untuk memenuhi semua kebutuhan seseorang. Dial glossy membantu mendandani arloji, tetapi gelang itu tetap sporty. Saya telah menjadi pengisap untuk panggilan glossy beberapa tahun terakhir, tetapi 1016 awal ini istimewa karena beberapa alasan. Pertama, jam tangan ini memiliki pelat jam mengkilap yang indah serta tanda seru di pukul enam. Dipahami bahwa titik kecil di bawah jam enam adalah untuk menandakan bahwa bahan bercahaya telah berubah menjadi zat yang kurang radioaktif. Rolex akan melakukan perubahan dari radium ke tritium lume sekitar periode waktu ini.

Selain tanda seru yang rapi, jam tangan ini dilengkapi dengan kotak aslinya, kertas, kertas chronometer, bahkan brosur literatur produk. Melihat-lihat perlengkapan lama ini membuat saya berpikir seperti apa jam tangan ini ketika baru dibeli. Saya bahkan mencium kotak itu ke hidung saya, dan ini dia, bau yang akrab mengingatkan saya pada ruang bawah tanah kakek nenek saya - pasti menyukainya. Ketika aroma itu menghantam penciuman, saya bertanya-tanya apakah orang ini telah menabung atau itu hanya hari lain dalam hidup mereka, dan mereka memutuskan untuk mendapatkan jam tangan baru.

Itulah beberapa daftar jam tangan vintage yang tentunya sangat kece untuk dipakai ke ebrbagai acara untuk menambah kesan elegan dan tentunya menambah rasa percaya diri ketika sedang memakainya.

 

Sejarah dan Fakta Menarik Merk Jam Tangan TISSOT
Brand History

Sejarah dan Fakta Menarik Merk Jam Tangan TISSOT

Tissot adalah salah satu merek jam tangan populer yang didirikan oleh Charles-Félicien Tissot dan Charles-Émile Tissot pada tahun 1853. Tak hanya memiliki varian yang beragam, jam tangan ini juga juga memiliki spektrum harga yang luas, sehingga bisa dibeli oleh banyak konsumen sesuai dengan bujet yang dimiliki.

Saat ini Tissot memiliki reputasi sebagai pembuat jam tangan berkualitas tinggi yang menyajikan harga relatif terjangkau. Tak hanya secara lokal, Tissot disebut sebagai salah satu merek jam tangan Swiss dengan harga terjangkau di dunia. Merek ini memiliki sejarah panjang sejak awal didirikan hingga saat ini.

Tissot telah melakukan banyak upaya dalam pengembangan, inovasi, danjuga penyempurnaan produk, baik dari segi desain, movement, hingga teknologi yang melengkapinya. Merek ini merupakan salah satu yang paling populer di kalangan horologi, terutama pecinta jam tangan Swiss.

Fakta Menarik Tentang Tissot

Selama perjalanan Tissot sebagai salah satu jam tangan Swiss yang ternama, ada beberapa fakta yang menarik untuk diketahui para pecinta horologi. Berikut adalah rangkuman 16 fakta menarik merek jam tangan Tissot.

Berawal dari Usaha Keluarga yang Dibangun oleh Bapak dan Anak

Fakta yang pertama, merek ini berawal dari usaha keluaga yang dikelola oleh bapak dan anak. Cerita merek Tissot berawal dari Charles-Félicien Tissot dan anaknya Charles-Émile Tissot yang datang ke kota Le Locle yang berada di wilayah Neuchâtel, Pegunungan Jura, Swiss. Wilayah ini merupakan tempat watchmaking di Swiss.

Bapak dan anak ini kemudian membangun perusahan watchmaking bernama Tissot pada tahun 1853. Sejak awal berdirinya, merek ini sangat fokus mengenai akurasi dan presisi. Tak hanya menjadi sosok penting pada berdirinya Tissot, Charles-Émile Tissot juga masuk ke dunia politik dan ambil bagian dalam mendukung pembangunan watchmaking di kota itu. Berawal dari skala lokal, nama Charles-Émile Tissot menjadi terkenal di skala internasional yang kemudian membawa Tissot ke level global.

 

Merek Pertama yang Membuat Dual Time Pocket Watch

Meski baru didirikan, Tissot langsung menjadi sorotan di industri jam tangan. Pada tahun Tissot berdiri, banyak masyarakat yang menggunakan pocket watch atau jam saku. Pada era tersebut, Tissot mengeluarkan pocket watch pertamanya yang memiliki fitur dual time atau two time zone.

Produk ini tak hanya menjadi pocket watch berfitur dual time pertama bagi Tissot, namun juga pertama di dunia. Selain inovasi dan kemampuan produksi masalnya, merek Tissot juga diakui memiliki kualitas craftsmanship atau keahlian yang sangat baik.

 

Pocket Watch Keluarannya Terkenal di Amerika dan Rusia

Popularitas merek Tissot tidak hanya diakui di skala nasional saja. Charles-Émile Tissot telah membawa merek Tissot untuk dikenal di Amerika dengan pendant watch style-nya sejak tahun 1858. Di tahun yang sama Charles-Émile Tissot juga membawa Tissot ke pasar Rusia dan berhasil menjual pocket watch keluaran mereka di Kekaisaran Rusia..

Merek Tissot pun mendapat pengakuan dalam keandalan cratsmanship-nya di kedua negara tersebut dan terus meluas ke belahan dunia lainnya. Tissot semakin dikenal dengan kreativitasnya dalam mendesain produk pocket watch dan pendant watch-nya. Tak hanya untuk kaum pria, Tissot juga membuat pendant watch cantik yang juga banyak dipakai oleh wanita.

 

Salah Satu Merek yang Dipakai oleh Presiden Swiss

Tissot yang sudah masuk ke pasar internasional dan memperoleh reputasi yang membanggakan membawa merek ini ke level yang lebih tinggi. Pada tahun 1887, Tissot diminta membuat desain pocket watch untuk presiden Swiss kala itu, yaitu Numa Droz. Selama beberapa dekade berikutnya, keluarga presiden menggunakan Tissot sebagai presidential timepiece.

 

Fokus Awal pada Jam Tangan untuk Perempuan

Sejak awal berdirinya, Tissot adalah merek jam tangan yang rajin membuat jam tangan untuk wanita. Bahkan, Tissot juga mengeluarkan pendant watch atau jam tangan liotin yang didekorasi mewah dan banyak disukai tokoh-tokoh terkenal pada masanya.

Memasuki abad ke-20, gaya pada dunia horologi mulai mengalami perubahan. Saat inilah era jam tangan mulai banyak diminta dan diminati sebagai kebutuhan fesyen dan timepiece.Merek Tissot ikut andil pada era pergeseran tren dari pocket watch ke jam tangan. Menariknya, Tissot tidak mengikuti pola dan desain merek-merek lain. Pada tahun 1916, Tissot membuat desain jam tangan yang menggegerkan, yaitu model Banana. Desain dan bentuk jam tangan ini benar-benar berbeda dari jam tangan pada umumnya keluaran merk-merk lain.

 

Di era awal produksi jam tangannya, Tissot memang lebih sering membuat jam tangan yang diperuntukkan bagi kaum wanita. Bahkan sejak kemunculan model Banana, Tissot terus sibuk mengembangkan model-model jam tangan untuk wanita. Tak hanya itu, banyak pula iklan jam tangannya yang menegaskan bahwa kala itu merek Tissot memang begitu dekat dengan kaum hawa.

Sampai tahun 1960-an, Tissot masih sibuk memproduksi jam tangan untuk kaum hawa. Pada masa tersebut, Tissot menghadirkan model khusus untuk kaum muda yang berwarna dan lebih sporty yang menyesuaikan dengan tren pada era tersebut.

Tissot juga mulai menggandeng desainer-desainer ternama untuk menciptakan desain-desain jam tangan baru untuk disuguhkan di pasar horologi. Misalnya saja desainer Pekka Piekäinen yang turut menciptakan jam tangan Tissot Design, kemudian desainer ternama Ettore Sottsass yang bekerja sama dengan Tissot pada jam tangan model Tissot Sottsass. Sampai saat ini Tissot ladies collection masih terus dikembangkan sebagai salah satu kekuatan pasar merek Tissot.

 

Merek Pertama yang Membuat Jam Tangan Non-Magnetic

Di tengah kesibukannya dalam menciptakan desain-desain jam tangan untuk kaum hawa, Tissot tidak lupa untuk melakukan inovasi yang lebih teknis, di luar desain. Pada tahun 1920-an listrik mulai banyak digunakan. Di era ini Tissot segera mengambil langkah cerdas dalam menanggapi perkembangan.

Listrik dapat menciptakan medan magnet yang kemudian akan mempengaruhi akurasi dari mechanical watch. Maka, pada tahun 1930 hadirlah jam tangan non-magnetic pertama di dunia yang dibuat oleh Tissot dengan label “antimagnetique”.

 

Pernah Bergabung dengan Merek Omega Jauh Sebelum Swatch Group

Jauh sebelum berada di payung Swatch Group, Tissot pernah bergabung dengan merek Omega yang juga merupakan merek jam tangan dari Swiss. Pada tahun 1930, Tissot dan Omega melakukan merger dan membentuk SSIH (Société Suisse pour l'Industrie Horlogère). Produk-produk jam tangan Tissot-Omega pada era ini bahkan banyak dicari oleh para kolektor.

Tissot dan Omega bahkan mulai masuk ke dunia olahraga dengan mengembangkan high quality stopwatch yang pada akhirnya digunakan di event-event olahraga. Perjalanan Tissot sebagai oficial time keeper atau pencatat waktu resmi dimulai pada tahun 1983 dalam gelaran pertandingan Ski di Villars-sur-Ollon di Pegunungan Jura, Swiss.

Sejak saat itu Tissot kerap didapuk sebagai official timekeeper dalam berbagai kompetisi, bahkan kejuaran dunia dalam hoki es, anggar, balap sepeda, dan balap sepeda motor. Pada tahun 1957 Tissot juga dipercaya sebagai official timekeeper untuk Piala Davis.

 

Merk Jam Tangan Pertama yang Membuat Brand Movie Advertising

Fakta berikutnya adalah Tissot merupakan merek jam tangan pertama yang membuat movie advertising. Gebrakan Tissot tidak hanya dilakukan dalam hal inovasi desain, akurasi, dan teknologi saja. Namun, Tissot juga menjadi salah satu merek yang dari awal menyadari bahwa advertising, branding, dan marketing adalah hal yang sangat penting.

Terbukti, pada tahun 1946 Tissot membuat sebuah movie advertising yang ditayangkan secara resmi di banyak bioskop. Film iklan ini bahkan tersedia dalam berbagai bahasa, sejalan dengan keragaman pasar yang dimiliki Tissot. Langkah branding yang cerdas ini tentu berdampak luar biasa pada perkembangan popularitas Tissot.

 

Merek Pertama yang Membuat Jam Tangan 24 Hours Time Zone

Bersama dengan Omega, Tissot terus melakukan pengembangan dan mendukung akurasi timekeeper untuk acara-acara olahraga. Di samping itu, Tissot juga terus mencari inovasi baru dalam dunia horologi. Pada tahun 1951 yang merupakan era penggunaan jam tangan sebagai tool navigasi, Tissot kembali melakukan gebrakan baru. Merek ini menciptakan jam tangan pertama yang berfitur real 24 hours time zone yang langsung bisa di baca melalui dial-nya.

Merek Pertama yang Membuat Jam Tangan Plastik, Batu, Pearl, dan Wood

Ide jam tangan berbahan plastik sebenarnya populer karena merek Swatch yang hadir mulai tahun 1983. Namun, sebenarnya merek Tissot sudah terlebih dahulu membuat jam tangan berbahan plastik pada tahun 1971 melalui model Astrolon. Selain itu, Tissot juga membuat jam tangan berbahan batu granit pada tahun 1985 dengan model Rock Watch.

Pada tahun 1987, Tissot kembali membuat inovasi dengan membuat jam tangan Pearl Watch berbahan mother of pearl. Kemudian, pada tahun 1988-1999 Tissot membuat jam tangan berbahan kayu atau Wood Watch. Sehingga, bisa dibilang bahwa material jam tangan yang belakangan ini menjadi tren sebenarnya sudah dilakukan oleh Tissot sejak dulu.

Merek yang Sangat Dekat dengan Dunia Car Rasing

Tissot adalah merek jam tangan para pembalap. Awal cerita Tissot mengembangkan jam tangan racing adalah ketika seorang pembalap Swiss bernama Harry Zweifel mengirimkan sebuah foto ke Tissot pada tahun 1958 yang bertuliskan “Meine Tissot ist an jedem Rennen dabei” yang artinya “Tissot-ku selalu ada di sisiku pada setiap acara balapan” .

Hal inilah yang kemudian menginspirasi merek Tissot untuk membuat lineup racing watch yang dimulai pada tahun 1965 dengan merilis model PR 516. Sejak saat itu, merek Tissot terus aktif dalam mensponsori dunia balap. Pada tahun 1973, Tissot menjadi sponsor tim Alpine di Monte Carlo Rally. Kemudian, di tahun 1977 Tissot menjadi sponsor Porsche di ajang 24 Hours of Le Mans.

Lalu, pada tahun 1977-1982 Tissot menjadi sponsor tim Renault Alpine di dua event, yaitu 24 Hours of Le Mans dan Formula 1. Setelah itu Tissot juga masih aktif muncul dalam dunia balap, baik sebagai sponsor atau sebagai official timekeeper. Beberapa tim lain yang pernah bekerjasama dengan Tissot, misalnya Sauber, Lotus, dan Marcedes Benz.

Tissot pun akhirnya dikenal dengan beragam model jam tangan racingnya, mulai dari Tissot F1 Collection, Tissot Martino Racing, hingga T-Race yang kemudian menjadi lineup andalan Tissot sampai saat ini selain model-model klasik dan ladies collection-nya.

 

Merek yang Pertama Kali Membuat Jam Tangan dengan Strap Berlubang

Dengan lineup racing di model PR-516 tahun 1965, Tissot ternyata juga membuat sesuatu yang berbeda selain dari jam tangannya. Itulah pertama kalinya jam tangan strap berlubang yang terinspirasi dengan desain setir mobil balap di era itu. Sampai sekarang, strap berlubang seperti itu disebut dengan racing strap atau rally strap dengan desain dan ukuran lubang yang beragam.

 

Tissot Dibeli oleh Swatch Group di Masa Quartz Crisis

Periode tahun 1970-an sampai dengan 1980-an adalah era pamer big event dan teknologi dalam dunia jam tangan. Sebut saja Omega dengan Moon Watch-nya yang heboh karena dibawa ke bulan, Bulova dengan produk Accutron, dan Tissot yang baru saja meluncurkan Tissonic Electronic.

Sayangnya, pada masa tersebut terjadi Quartz crisis yang menyerang dan memporak-porandakan industri jam tangan Swiss, termasuk Tissot dan Omega. Akibatnya, pada tahun 1983 Tissot dibeli oleh Swatch Group sebagai strategi bertahan hidup industri jam tangan Swiss.

Tissot dan Omega kemudian berada di payung yang sama sejak saat itu, yaitu Swatch Group, bersama merek-merek besar lainnya, seperti Hamilton, Rado, Balmain, Mido, Certina, Harry Winston, Jaquet Droz, Blancpain, dan masih banyak lagi.

Bergabung sejak tahun 1983 dengan The Swatch Watch Group Ltd. yang merupakan produsen dan distributor arloji terbesar di dunia, kini Tissot telah dipasarkan ke 160 negara di seluruh dunia. Dalam hal ini, Swatch Group mengklasifikasikan Tissot sebagai produk mid-range market.

 

Merk yang Pertama Kali membuat Jam Tangan Tactile

Jam tangan Tactile adalah sebuah jam tangan yang mampu dibaca tanpa harus dilihat, cukup dengan diraba saja. Sejak memasuki era Quartz crisis, Swiss mencoba bangkit dengan Quartz buatan mereka sendiri dan terus membuat inovasi berbasis Quartz movement. Tissot adalah salah satunya yang menstabilkan mereknya di era Quartz crisis sampai dengan sekarang melalui creation lineup T-series.

Kemudian, pada tahun 1999 Tissot meluncurkan sebuah model yang menggabungkan desain maskulin dan feminin, menggabungkan digital dan analog, juga menggabungkan manual crown dan teknologi sentuh dengan model T-Touch. Jam tangan ini menggunakan kristal safir yang sensitif terhadap sentuhan untuk mengotril beragam fungsinya, seperti barometer, altimeter, termometer, dan kompas.

Beberapa model terbaru T-Touch, seperti T-Touch Expert Solar dan T-Touch Lady Solar bahkan memiliki 25 fungsi yang melengkapinya. Kehadiran model T-Touch ini membawa Tissot ke level yang berbeda dan menjadi merek yang sangat dihormati sampai dengan sekarang.

 

Merk yang Sering Mengubah Logonya

Sejak pertama kali didirikan, Tissot dikenal sebagai salah satu merek jam tangan Swiss yang sering gonta-ganti logo. Setelah berlakunya Undang-Undang Perlindungan Merek Dagang Swiss, Tissot mendaftarkan logo pertamanya pada tahun 1980.

Sejak logo pertamanya di tahun 1980, Tissot telah mengganti logo beberapa kali, yaitu pada tahun 1880, 1891, 1906, 1910, 1911, 1918, 1920, 1921, 1924, 1931, 1934, 1936, 1949, 1959, 1976, 1986, dan 1988. Bahkan, di tahun 1936 dan 1959 Tissot tercatat dua kali mengganti logonya. Sejak tahun 1988 hingga saat ini Tissot masih menggunakan logo yang sama.

Tissot masih menggunakan beberapa logo lama di model Novelties-nya. Misalnya saja di model Visodate, pada dial-nya menggunakan logo tahun 1931 walaupun pada kotaknya sudah menggunakan logo yang terbaru.

 

Dipakai Tokoh Terkenal Dunia

Jam tangan Tissot tak hanya dipakai oleh orang biasa, namun juga berbagai tokoh terkenal dan kalangan selebriti. Salah satu tokoh penting yang memakai jam tangan Tissot adalah Ratu Elisabeth dari Belgia. Pada tahun 1921, Ratu Elisabeth membuat pesanan khusus jam tangan Tissot

Tokoh berikutnya yang juga memakai jam tangan Tissot adalah Sarah Bernhardt yang kerap disebut sebagai aktris paling terkenal dalam sejarah dunia. Sarah sering kali muncul di panggung dengan jam tangan Tissot-nya. Aktris Prancis ini juga mengunjungi Universal Exhibition di Paris dan membeli jam tangan liontin keluaran Tissot.

Begitu pula dengan penyanyi tahun 1950-an, Carmen Miranda yang juga kedapatan memakai jam tangan mewah Tissot. Jam tangan dengan aquamarine dan berlian dari Tissot tersebut berhasil membuat penyanyi terkenal dunia jatuh hati.

Tokoh-tokoh terkenal lain yang juga kedapatan mengenakan jam tangan dari Tissot, antara lain aktris Grace Kelly, penyanyi Elvis Presley, dan mantan presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. Duchess of Cambridge, Kate Middleton juga kedapatan mengenakan jam tangan Tissot.

Menariknya, jam tangan Tissot juga tampak dikenakan selebriti dalam film mereka. Misalnya saja James Stewart yang mengenakan jam tangan Tissot di film Amerika bertajuk Rear Window. Kemudian, Angelina Jolie yang mengenakan jam tangan Tissot seri T-Touch dalam film Lara Croft Tomb Raider: The Cradle of Life dan juga film Mr. & Mrs. Smith.

 

Menggandeng Selebriti Terkenal Dunia sebagai Brand Ambassador

Mengikuti perkembangan teknologi dan kehidupan sosial, kini banyak merek terkenal dunia yang menggandeng selebriti papan atas sebagai brand ambassador. Tak terkecuali Tissot yang memang menjadi salah satu merek jam tangan populer di dunia. Tissot bekerja sama dengan banyak selebriti dari berbagai bidang, mulai dari aktor, pemain bola, pemain kriket, hingga pembalap sebagai duta mereka.

Beberapa selebriti papan atas dunia yang menjadi mitra Tissot, antara lain Duta merek Tissot termasuk: Tony Parker, Liu Yi Fei, Virat Kohli, Deepika Padukone, Huang Xiaoming, Jorge Lorenzo, Thomas Lüthi, Neha Kakkar, Marc Márquez dan Rana Daggubati.

Demikianlah rangkuman fakta menarik tentang merek jam tangan Tissot. Secara keseluruhan Tissot memang merupakan merek jam tangan dengan kualitas tinggi dengan eksekusi detail yang tidak main-main. Tak hanya itu, salah satu keunggulan dari Tissot adalah inovasi model produknya yang beragam, namun memiliki rentang harga yang luas. Dengan demikia, produk keluaran Tissot dapat dijangkau oleh banyak kalangan.

Tissot adalah merek yang berani mengambil risiko dan mencoba bertahan serta terus berinovasi di situasi sesulit apapun, menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan teknologi. Merek ini memiliki kemampuan beradaptasi yang hebat di samping craftsmenship yang bagus dengan sajian harga yang terjangkau di kelasnya. Tissot juga menjadi merek yang berusaha untuk selalu ada di semua lini dan terus berinovasi tanpa melupakan tradisi.Merek Tissot sampai saat ini masih menjadi pilihan terbaik di kelas entry-level Swiss Watch.

 

Dengan demikian Tissot berhasil membuktikan keberadaannya sebagai merek jam tangan yang mampu menyesuaikan perembangan jaman dan teknologi tanpa melupakan tradisi watchmaking. Itulah yang membuat Tissot memiliki slogan “Innovation by Tradition”.